Football early_Betting platform website_Baccarat probability calculation_Crystal Baccarat

  • 时间:
  • 浏览:0

MSSports onlineports onlineimpi indSports onlineah yang menjadi nyata.

Akupun akhirnya Sports onlineberangkat diantar mamak dan bapakku juga sodaraku, kaya pindahan kan? Dan Alhamdulillah sampai sekarang masuk ke semester 8 perkuliahan. Aku masih bisa bertahan dan membuktikan kepada mamak dan bapakku kalau memang gratis tis tis alias tidak bayar. Tinggal satu langkah lagi, buat pake toga.

Aku mulai mempersiapkan persyaratan–persyaratan untuk melamar kerja dan sampai semua persyaratan kerjapun sudah lengkap, tinggal berangkat. Kesokan harinya, guruku mengabariku kalau aku ada panggilan dari UIN jogja untuk mengikuti tes tulis di UIN jogja langsung dan hanya aku saja yang mendapat panggilan sementara dua temanku, aku mendapat kabar kalau mereka tidak diterima, dari situ aku berpikir “inilah keberuntunganku, inilah kesempatanku, aku harus dapat beasiswa itu, pasti Allah kasih jalan.”.

Kamu pasti bisa! Itulah kata teman-temanku waktu itu. Karena mamak dan bapakku yang masih khawatir waktu itu, akhirnya sodara-sodarakupun ikut meyakinkan orang tuaku sampai beberapa guru datang ke rumah hanya untuk mendukungku dan meyakinkan mamak dan bapakku. Akhirnya, mamak dan bapakku memberikan aku izin, dan aku bilang pada mereka aku mencoba satu semester, kalau nanti ke depannya bayar, aku berhenti nggak masalah. Itu ucapanku waktu itu.

Setiap minggu beliau rutin memberikan soal–soal ujian untuk masuk ke perguruan tinggi, kepada mereka yang berminat untuk melanjutkan sekolahnya. Pada waktu itu aku tak begitu tertarik, karena pikirku aku harus bekerja dulu baru bisa kuliah jadi buat apa ikut–ikut seperti itu. Itulah pikiran polosku waktu itu.

Singkat cerita, akupun lulus dari SMA itu. Setelah lulus, aku menunggu informasi dari guruku apakah pendaftarannya diterima atau tidak. Satu atau dua bulan berlalu aku sudah benar–benar bosan berdiam diri dirumah, sementara teman–temanku sudah pada sibuk. Ada yang mempersiapkan kuliah mereka dan ada juga yang pergi merantau untuk mencari kerja. Karena tak kunjung ada kepastian waktu itu, akupun berpikir untuk mencari kerja.

Pertama kali aku melihat Universitas pilihanku, saat itu aku senang karena bisa pergi dan ikut tes disana. Aku diantar oleh saudaraku karena aku masih sangat awam waktu itu. Setelah tes itu aku kira sudah tinggal menunggu pengumuman diterima tau tidaknya, ternyata ada visitasi dari pihak UIN Jogja. Mereka akan datang ke rumah untuk melakukan visitasi.

Syukron Allah, for everything that You give to me.

Benar saja waktu itu sudah hampir tengah malam, guruku mengabari aku kalau ada petugas dari UIN jogja yang akan datang ke rumahku malam itu juga dan aku disuruh siap–siap, aku juga bilang pada mamak dan bapakku. Kemudian sekitar jam 02.00 pagi kalau tidak salah, petugas dari UIN yang akan melakukan visitasi pun sampai di rumahku, aku ingat ketika salah satu dari mereka bilang “Wah, ternyata jauh sekali ya rumahmu, dan jalannya itu naik turun naik turun benar–benar ngeri. Setelah ini nanti tinggal menunggun pengumuman berdoa saja semoga nanti diterima”. Mereka kemudian bertanya ini dan itu kepada mamak dan bapakku juga kepadaku, setelah selesai tim visitasi pun kembali ke Jogja pagi itu juga.

Saat aku kelas tiga SMA, saat itu menjelang ujian akhir dan kelulusan dimana para guru sibuk menyiapkan mata pelajaran tambahan untuk mempersiapkan ujian akhir nanti, ada salah satu guruku yang begitu antusias dan bersemangat untuk membantu murid–muridnya yang ingin melanjutkan ke bangku kuliah. Beliau semangat sekali memberikan bekal dan pengarahan kepada kami murid–muridnya. Bapak Prayogo namanya, beliau adalah guru bahasa inggrisku. Guru yang sangat disiplin menurutku, dan paling ditakuti juga disegani oleh setiap anak karena kedisiplinannya.

Terimakasih guru teladanku especially Bapak Prayogo, terimaksih kawan-kawanku yang telah memotivasiku, terimakasih mamak dan bapak atas izinnya, terimakasih untuk orang – orang yang telah mendukungku dan menyemangatiku, terimakasih BIDIKMISI.

Sampai suatu ketika, ada salah satu temanku yang mengajakku untuk ikut les tersebut sembari memberi tau aku kalau ada beasiswa kuliah gratis dan menyuruhku untuk mencoba . Ya temanku bilang nggak apa, inikan hanya mencoba apa salahnya siapa tau kamu masuk dan bisa kuliah. Akupun akhirnya mengiyakan ajakan temanku, dan ikut bersamanya.

Beberapa hari kemudian setelah aku mengikuti les tersebut, ada informasi mengenai beasiswa bidikmisi dari guruku. Dari sekolahku, waktu itu ada tiga orang anak yang diajukan oleh guruku dan disuruh untuk mempersiapkan persyaratan yang diperlukan untuk pendaftaran beasiswa bidikmisi.

Waktu itu guruku memperlihatkan beberapa daftar perguruan tinggi kepadaku dan teman–teman yang mengikuti les tersebut. Pada saat itu, tiba–tiba aku tertarik dengan sebuah kota, yang mendapat julukan kota para pelajar. Ya, Yogyakarta, entah kenapa begitu aku melihat daftar perguruan tinggi tersebut aku langsung yakin untuk masuk universitas di Yogyakarta. Bahkan aku langsung yakin untuk masuk di UIN Sunan Kalijaga yang kebetulan ada di daftar perguruan tinggi yang diperlihatkan guruku. Padahal waktu itu aku tidak tau sama sekali bagaimana dan seperti apa UIN Sunan Kalijaga itu.

Setelah aku berhasil meyakinkan mamak dan bapakku, akupun bertekad berangkat ke Jogja. saat itu aku masih ingat, aku diberi uang ongkos untuk pergi ke Jogja oleh guru pengajar bahasa inggrisku, beliau bilang “ini saya kasih ongkos, asal kamu harus pergi ke Jogja! ini kesempatan kamu untuk merubah keluargamu, kamu kan tinggal satu–satunya yang bisa merubah keluargamu.” Semangat dan motivasi beliau yang membuat akupun menjadi yakin.

Karena untuk setiap niat baik, Allah selalu memberikan jalanNya..